Nifas

1

Nifas, satu fase yang akan atau sudah dialami sebagian wanita. Wanita memiliki kedudukan yang istimewa disisi Allah. Selain Allah istimewakan dengan haid, Allah takdirkan untuk melewati masa nifas setelah melahirkan buah hati yang telah dikandungnya.

Definisi Nifas

Kata nifas tidak asing lagi bagi wanita, terkhusus bagi calon ibu ataupun bagi yang telah menjadi ibu.

Nifas secara bahasa berarti melahirkan, dinamakan nifas karena hal itu terjadi setelah kelegaan (terlepas beban).

Sedangkan pengertian nifas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan, atau masa sejak melahirkan sampai dengan pulihnya organ produksi dan anggota badan (lamanya 40-60 hari).

Diriwayatkan dari Ummu Salamah, beliau mengatakan:

كَانَتِ النُّفَسَاءُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم تَقْعُدُ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا أَوْ أَرْبَعِيْنَ لَيْلَةً

Wanita-wanita nifas pada masa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam duduk selama empat puluh hari atau empat puluh malam.”

Telusuri lainnya

Syarat Darah Nifas

Terdapat beberapa syarat darah nifas yang perlu kita ketahui. Apabila darah yang keluar memenuhi syarat dibawah ini maka dianggap sebagai darah nifas:

  1. Darah keluar setelah kosongnya rahim.
  2. Darah keluar sebelum durasi minimal suci (15 hari) terlewati sejak rahim kosong.
  3. Darah keluar tidak tanpa jeda selama durasi minimal suci (15 hari), apabila ada jeda bukan termasuk haid.
  4. Darah keluar dalam rentang waktu 60 hari.

Durasi Nifas

Sebagaimana hadits yang telah disebutkan oleh Ummu Salamah, durasi normal wanita yang mengalami nifas adalah 40 hari, sedangkan durasi maksimal adalah 60 hari dan durasi minimal adalah sebentar saja.

Awal dihitung Durasi Nifas

Dalam madzhab Syafi’i disebutkan durasi nifas dimulai sejak darah terlihat. Jika darah belum terlihat, durasi nifas belum dimulai. Dan untuk durasi bilangan nifas dimulai sejak kosongnya rahim wanita setelah melahirkan.

Dalam kitab al-Ibanah wa al-Ifadzah disebutkan contoh untuk memudahkan kita dalam memahaminya, berikut contohnya:

Seorang wanita melihat darah nifas keluar 10 hari setelah melahirkan. Berdasarkan bilangan bahwa ia telah mengalami nifas selama 10 hari. Akan tetapi hukum yang berkaitan dengan nifas baru dimulai pada hari ke-10 tersebut, maka itu adalah hari pertama ia menjalankan hukum-hukum terkait wanita nifas. Sebelum darah keluar, ia tetap beribadah sebagaimana wanita suci beribadah.

Permasalahan Wanita Nifas

Wanita yang mengalami nifas sering menjumpai permasalahan yang membuatnya bingung dalam menghukumi darah yang keluar, dikarenakan jeda saat mengalami nifas atau karena darah tersebut keluar setelah durasi maksimal nifas.

Berikut adalah penjelasan mendetail mengenai permasalahan yang membingungkan para wanita:

  1. Hukum jeda pada darah nifas

Jika darah nifas yang keluar mengalami jeda (kadang keluar dan terkadang tidak), kita harus menelitinya terlebih dahulu sebelum menghukumi darah tersebut, dengan cara melihat dua  hal ini:

  1. Jika jeda mencapai 15 hari atu lebih, darah yang keluar setelah 15 hari itu adalah darah haid.
  2. Jika tidak mencapai 15 hari (durasi minimal suci), darah yang keluar adalah nifas. Adapun saat mengalami jeda dia tetap dianggap sebagai wanita yang mengalami nifas, sama seperti yang terjadi pada wanita haid.
  • Hukum darah yang keluar setelah 60 hari (durasi maksimal nifas)

Durasi maksimal nifas atau waktu paling lama seorang wanita mengalami nifas adalah 60 hari. Jika ada seorang wanita yang darahnya masih keluar melebihi durasi maksimal, darah tersebut dihukumi istihadhah yang bersambung dengan darah nifas.

Adapun jika jeda sebentar atau dengan kata lain darah tidak keluar di akhir durasi maksimal, darah yang keluar setelah itu adalah darah haid jika mencapai 24 jam. Karena jika nifas telah mancapai durasi maksimalnya, tidak perlu menunggu jeda hingga 15 hari untuk mengatakan itu adalah darah haid. Cukup jeda sebentar saja darah setelah durasi maksimal nifas bisa dikatakan haid.

Beberapa contoh untuk menjelaskan keterangan diatas:

  1. Wanita nifas selama 20 hari, kemudian darah berhenti 10 hari, lalu keluar lagi selama satu hari. Seluruh darah yang keluar adalah darah nifas, karena tidak ada jeda 15 hari dan juga jeda 10 hari dianggap nifas karena berada diantara dua darah nifas, sehingga total masa nifas wanita tersebut adalah 31 hari.
  2. Wanita nifas selama 30 hari. Kemudian darah berhenti selama 20 hari dan keluar selama 6 hari. Masa darah pertama selama 30 hari adalah nifas. Jeda 20 hari tersebut berada diantara dua darah dihukumi masa suci. Enam hari selanjutnya adalah masa haid, karena ia dibatasi oleh masa minimal suci (dalam kasus ini 20 hari) dengan darah nifas sebelumnya.
  3. Wanita nifas selama 50 hari, kemudian berhenti selama 11 hari, darah kemudian keluar lagi selama 10 hari, 50 hari pertama adalah nifas, 11 hari setelahnya adalah masa suci, dan 10 hari darah keluar adalah darah haid, karena ada jeda dengan masa nifas 60 hari, meskipun hanya sebentar (dalam hal ini hanya satu hari). Jadi tidak perlu menunggu jeda hingga 15 hari sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya. Wallahu A’lam bish Shawab (afafnieza/ an-Najma.com)

Referensi :

  1. Imam an-Nawawi, dkk,  Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab
  2. Abdurrahman bin Abdullah as-Saggaf, Al-Ibanah wa al-Ifadhah
  3. Imam Khatib asy-Syirbini, Mughni al-Muhtaj
1 Comment
  1. […] Baca juga […]

Leave A Reply

Your email address will not be published.