Keburukan yang Tersembunyi

0

Salah satu hal yang perlu diwaspadai yaitu keburukan yang tersembunyi. Keburukan yang tidak disadari oleh pelakunya. Bahkan, ia merasa tengah melakukan kebaikan. Lantas, seperti apakah keburukan tersebut?

Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah pernah mengatakan, “Sebesar-besar aib (keburukan) adalah kamu mengira keburukan orang lain sedangkan keburukan itu terdapat dalam dirimu sendiri.”

Manusia itu merupakan makhluk yang tak luput dari kesalahan dan lupa, terkadang terjerumus melakukan hal yang buruk. Tapi yang lebih buruk dari semua itu ialah menganggap orang lain buruk padahal keburukan tersebut ada di dalam dirinya sendiri. Contohnya, kita melarang orang lain untuk berkata kasar, nyatanya kita sendiri masih melakukannya. Mencela orang lain lantaran tidak menepati janji, padahal diri kita masih lalai melaksanakan amanah tersebut. Bahkan Imam Asy-Syafi’i berkata, “ini adalah sebesar-besarnya aib.”

Meskipun seribu kata diucapkan untuk menasehati orang lain agar tidak melakukan suatu keburukan, namun kita sendiri masih melakukannya dan kita tidak mau berusaha untuk menjauhi keburukan tersebut, Sungguh, sejatinya tanpa disadari kita sedang menghinakan diri kita sendiri secara nyata.

Telusuri lainnya

Tidaklah keburukan yang sama melainkan ada dalam diri kita sendiri. Kita pernah melakukannya akan tetapi kita lupa atau kita tidak sadar ketika melakukan tersebut lantaran bisikan setan yang begitu kuat, hingga tidak ada peluang lagi berfikir bahwa perilaku ini dapat menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri.

Maka, sebelum menyampaikan untaian nasehat, teguran atau mengingatkan kesalahan orang lain, terlebih dahulu intropeksi diri sendiri, gunakanlah tutur kata yang baik, agar mereka tidak tersinggung dengan nasehat yang kita sampaikan. Dan yang lebih utama ialah mereka mau menerima nasehat kita dengan hati yang lapang. Wallahu A’lam bish Shawab (Mizania al-Fadhilah/ an-najma.com)

Leave A Reply

Your email address will not be published.